Memahami dasar-dasar pemetaan X (1 September 2021)
Memahami dasar-dasar pemetaan
Pengertian peta
Agar sampai pada pengertian peta coba perhatikan persamaan dan perbedaan antara peta, globe, dan denah di bawah ini.
Peta adalah gambar muka bumi sebagian atau seluruhnya pada bidang datar, yang diperkecil menggunakan skala. (International Cartographic Association (ICA). Peta dengan globe dan denah memiliki persamaan yaitu sama-sama menggambarkan muka bumi, perbedaannya peta dan denah pada bidang datar globe pada bidang bola, peta dan globe memiliki skala sedang denah tidak.
Komponen-komponen peta
Continue reading: Komponen-komponen peta

Beberapa komponen yang ada pada peta digunakan untuk memperjelas informasi peta antara lain:
Judul Peta, judul peta menggambarkan informasi tentang isi peta, dan peruntukan pembuatan peta.
Tanda Orientasi untuk menunjukkan arah mata angin, biasanya arah utara ke atas dengan simbol tanda panah.
Skala peta, ada tiga jenis skala peta, (1) skala angka, (2) skala grafis, dan (3) skala verbal.
Lettering, atau tulisan pada peta.
Legenda, berisi keterangan simbol yang digunakan pada peta
Simbol peta, ada tiga jenis simbol peta, (1) simbol titik, biasanya digunakan untuk menandai suatu lokasi (2) simbol garis, untuk menunjukkan bentuk-bentuk objek yang linier, seperti jalan, sungai, atau batas wilayah, (3) simbol area, untuk menandakan wilayah yang memiliki luas.
Garis koordinat untuk menunjukkan lokasi absolute suatu tempat pada garis lintang (paralel) dan garis bujur (meridian) bumi.
Lembaga pembuat, data ini penting untuk menunjukkan kredibelitas sebuah peta
Peta inset adalah peta lain dengan sekala yang berbeda yang dimunculkan pada peta induk
Sumber peta, biasanya peta disusun atas berbagai sumber informasi.
Garis tepi, salah satu perbedaan peta dengan lukisan adalah peta selalu menggunakan garis tepi
Tahun pembuatan, data ini untuk menunjukkan aktualitas peta.
Proyeksi Peta
Proyeksi peta adalah metode untuk menggambar bentuk muka bumi dari bidang lengkung ke bidang datar. Di dalam melakukan kegiatan proyeksi peta, ada beberapa hal yang tidak boleh terabaikan, yaitu: (1) peta harus equivalen, yaitu peta harus sesuai dengan luas sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala. (2) peta harus equidistan, yaitu peta harus mempunyai jarak-jarak yang sama dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi setelah dikalikan dengan skala. (3) peta harus konform, yaitu bentuk-bentuk atau sudut-sudut pada peta harus dipertahankan sesuai dengan bentuk sebenarnya di permukaan bumi.
Ada tiga jenis proyeksi dasar dalam menggambar peta, yaitu:
Proyeksi Azimutal/ Proyeksi Zenital
Proyeksi zenital ini bidang proyeksinya berupa bidang datar, zenital (normal) bila bidang datar menyentuh bola bumi pada titik kutub bumi. zenital (transversal) jika bidang datar menyentuh bumi pada salah satu titik di ekuator. zenital (obliq) jika bidang datar menyentuh bumi pada salah satu titik di lintang tengah.
Proyeksi zenital normal sesuai digunakan untuk memetakan daerah kutub, namun akan mengalami penyimpangan yang besar jika digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada di sekitar khatulistiwa.
Proyeksi Kerucut
Proyeksi kerucut ini bidang proyeksinya berupa kerucut. Kerucut (normal) bila garis tengah kerucut menyentuh bola bumi pada salah satu garis lintang tengah bumi. Kerucut (transversal) jika garis tengah kerucut menyentuh bumi pada salah satu garis meridian bumi. Kerucut (obliq) jika kerucut menyentuh bumi pada secara menyilang.
Proyeksi kerucut normal sesuai digunakan untuk menggambarkan daerah yang berada pada lintang tengah seperti pada negara-negara di Eropa.
Proyeksi Silinder
Proyeksi silinder ini bidang proyeksinya berupa silinder. Silinder (Normal) jika lingkaran tengah silinder menyentuh bumi pada equator, Silinder (transversal) jika lingkaran tengah silinder menyentuh bumi pada garis meridian. Silinder (obliq) bila lingkaran tengah silinder ditempatkan menyilang dari garis lintang dan bujur bumi.
Proyeksi silinder normal sangat baik untuk memetakan daerah yang berada di daerah khatulistiwa, dan tidak sesuai digunakan untuk memetakan daerah yang berada di lintang sedang hingga sekitar kutub.
Mengetahui jenis peta dan penggunaanya.
Jenis Peta
Berdasarkan Isi Data yang Disajikan
- Peta umum, yakni peta yang menggambarkan kenampakan bumi, baik fenomena alam atau budaya.
- Peta khusus (peta tematik), yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu/khusus. Misalnya, peta politik, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya.
Peta umum dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
- Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya. Penggambaran relief permukaan bumi ke dalam peta digambar dalam bentuk garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian yang sama.
- Peta korografi, yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang.
- Peta dunia atau geografi, yaitu peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.
Peta Berdasarkan Sumber Datanya
- Peta turunan (Derived Map)yaitu peta yang dibuat berdasarkan pada acuan peta yang sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei langsung ke lapangan.
- Peta induk yaitu peta yang dihasilkan dari survei langsung di lapangan.
Peta berdasarkan skala
- Peta kadaster (sangat besar) adalah peta yang berskala > 1: 100 sampai > 1: 5000. Contoh: Peta pertanahan, Peta Pertambangan
- Peta besar adalah peta yang berskala > 1: 5000 sampai > 1: 250.000. Contoh: peta kecamatan/kabupaten
- Peta sedang adalah peta yang berskala > 1: 250.000 sampai > 1: 500.000. Contoh: peta provinsi
- Peta kecil adalah peta yang berskala > 1: 500.000 sampai > 1: 1.000.000. Contoh: peta negara
- Peta geografis (sangat kecil) adalah peta yang berskala > 1: 1.000.000 ke bawah. Contoh: Peta benua/dunia
Peta berdasarkan tingkat kedetailan
- Peta detail, peta yang skalanya > 1:25.000
- Peta semi detail, peta yang skalanya > 1:50.000
- Peta tinjau, peta yang skalanya > 1:250.000
Pengunaan dan pemanfaatan peta
Secara umum penggunaan peta terbagi dua: Pertama peta sebagai basis informasi, pengguna peta menggunakan peta sekedar membaca informasi yang terdapat pada peta terkait dengan lokasi, jarak, atau area yang tergambar pada peta. contohnya seorang pengguna Trans Jakarta memperharikan peta rute bus agar tidak salah naik bus.
Kedua peta sebagai basis analisis, informasi yang terdapat pada peta digunakan untuk menghitung, memprediksi, memanipulasi, sehingga peta memiliki kemanfaatan yang luas. contohnya ojek online menggunakan peta untuk menghitung berapa ongkos yang harus dibayarkan oleh konsumennya.
Komentar
Posting Komentar