Penginderaan Jauh X (8 September 2021)

 

Copyrigth : Ruang Guru & Kajian Geografi 2021


Assalamualaikum wr wb.. 

Selamat Pagi... Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat walafiat yaa.. kemarin kita sudah membahas tentang dasar-dasar pemetaan. Nah, kali ini kita akan mempelajari Penginderaan Jauh (Inderaja). Hhhmm pasti masih pada bingung kan apa itu Penginderaan Jauh??

kalau masih bingung nih ibu kasih salah satu contoh bentuk penginderaan jauh yang kita gunakan sehari-hari, yaitu Google Maps....

Pernah menggunakan google maps kan?? Nah itu adalah salah satu contoh dari hasil penginderaan jauh.. sekarang sudah mulai ada gambaran kan apa itu Penginderaan Jauh???


Di artikel ini kita akan membahas bagaimana cara membaca, komponen, dan kegunaan dari apa yang dihasilkan oleh penginderaan jauh.



Pengertian Penginderaan Jauh

Istilah penginderaan jauh saat ini bukan lagi merupakan hal asing. Jika Anda sering memerhatikan berita baik dari televisi maupun media cetak, kata penginderaan jauh sering muncul. Di negara Indonesia sering disingkat dengan PJ dan Indraja. Di beberapa negara lain dikenal dengan sebutan.
Remote Sensing (Inggris),
Teledetection (Prancis),
Fernerkundung (Jerman),
Sensoriamento Remota (Portugis),
Distansionaya (Rusia), dan
Perception Remota (Spanyol).

           Everett dan Simonett memberikan batasan bahwa penginderaan jauh adalah suatu ilmu karena di dalamnya terdapat suatu sistematika tertentu untuk dapat menganalisis informasi dari permukaan bumi. Ilmu ini harus dapat dipadukan dengan beberapa ilmu lain, seperti geologi, geo morfologi, geodesi, meteorologi, tanah, dan perkotaan.
            Lillesand dan Kiefer (1994) mengemukakan bahwa penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji. Alat yang dimaksud tidak berhubungan langsung dengan objek, yaitu alat yang pada waktu perekaman objek tidak ada di permukaan bumi, tetapi berada di angkasa maupun luar angkasa. Oleh karena itu, dalam proses perekaman menggunakan wahana atau media pembantu seperti satelit, pesawat udara, dan balon udara. Data hasil penginderaan jauh sering dinamakan citra.

    Data dari citra sangat penting untuk pembangunan, seperti mendeteksi dan menginventarisasi sumber daya alam, daerah banjir, kebakaran hutan, sebaran permukiman, dan landuse.

SISTEM PENGINDERAAN JAUH

1. Tenaga
Seperti fotografi, pengindraan jauh membutuhkan tenaga agar objek permukaan bumi dapat terlihat jelas sehingga direkam dengan baik oleh sensor. Tenaga yang dipergunakan dalam pengindraan jauh diantaranya matahari, bulan, maupun cahaya buatan. Pengindraan jauh yang menggunakan tenaga matahari disebut sistem pasif, sedangkan jika menggunakan tenaga buatan disebut sistem aktif.

2. Atmosfer
Atmosfer membatasi bagian spektrum elektromagnetik yang dapat digunakan dalam pengindraan jauh. Pengaruh atmosfer merupakan fungsi panjang gelombang. Pengaruhnya bersifat selektif terhadap panjang gelombang. Karena pengaruh yang selektif itulah, timbul istilah jendela atmosfer, yaitu bagian spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Dalam jendela atmosfer ada hambatan atmosfer, yaitu kendala yang disebabkan oleh hamburan pada spektrum tampak dan serapan yang terjadipada spektrum inframerah termal.

3. Objek
Objek adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam pengindraan jauh seperti atmosfer, biosfer, hidrosfer dan litosfer.

4. Interaksi Tenaga dengan Objek
Tiap objek mempunyai karakteristik tertentu dalam memancarkan atau memantulkan tenaga ke sensor. Pada dasarnya, pengenalan objek dilakukan dengan menyidik karakter spektral objek yang tergambar pada citra. Objek yang banyak memantulkan atau memancarkan tenaga tampak cerah dalam citra, sedangkan objek pantulan atau pancarannya sedikit akan tampak gelap. Namun, dalam kenyataannya tidak sesederhana itu. Ada objek yang berlainan, tetapi mempunyai karakteristik spektral sama atau serupa sehingga menyulitkan pembedaan dan pengenalannya pada citra. Hal itu dapat diatasi dengan menyidik karakteristik lain, seperti ukuran, dan pola.

5. Sensor
Sensor adalah suatu benda untuk merekam objek-objek di alam. Sensor dibedakan menjadi dua.
1.  a) Sensor fotografik adalah sensor yang berupa kamera yang bekerja pada spektrum tampak mata dan menghasilkan foto atau citra.
2.  b) Sensor elektromagnetik adalah sensor bertenaga elektrik dalam bentuk sinyal elektrik yang beroperasi pada spektrum yang lebih luas, yaitu dari sinar-X sampai gelombang radio dan menghasilkan foto atau citra.

6. Perolehan Data
Perolehan data dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara manual dan numerik atau digital. Cara manual adalah cara memperoleh data dengan interpretasi secara visual. Cara numerik atau digital adalah cara memperoleh data dengan menggunakan komputer. Pada umumnya, foto udara diinterpretasikan secara manual, sedangkan data hasil pengindraan secara elektronik dapat diinterpretasikan secara manual ataupun numerik.

7. Pengguna Data (User)

Pengguna data merupakan komponen penting dalam sistem penginderaan jauh. Pengguna dalam sistem ini bisa lembaga atau individu yang berkepentingan memanfaatkan hasil pengindraan jauh.

Dalam kegiatan penginderaan jauh kita akan mendapatkan sebuah hasil, hasil ini disebut dengan citra. Citra adalah gambaran suatu objek yang tampak pada cermin melalui lensa kamera atau hasil penginderaan yang telah dicetak.

Objek yang terdapat dalam citra ini memiliki karakteristik tersendiri, hal ini dinamakan dengan kunci interpretasi. Dalam menginterpretasi suatu citra hasil penginderaan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Karena dengan memerhatikan beberapa hal tersebut, kita dapat melihat karakteristik objek dan mengidentifikasinya, hal ini diperlukan untuk menjelaskan penginderaan yang telah kita lakukan Squad. Berikut ini adalah nah contoh-contohnya.

penginderaan jauh dan interpretasi citra

Selain penjelasan di atas, ada juga rumus cepat, supaya kalian lebih mudah memahaminya.

penginderaan jauh dan interpretasi citra

Nah, sudah bisa kan mengidentifikasi sebuah citra? Citra juga mempunyai beberapa bentuk lho, coba kamu perhatikan tabel di bawah ini untuk mengetahuinya:

penginderaan jauh dan interpretasi citra

Nah, pada gambar di atas, citra ini kan di bagi menjadi 2, foto dan non foto, berarti, cara mengambilnya juga ada 2! Apa aja sih perbedaannya?

1. Citra Foto

Seperti namanya, foto adalah sebuah objek yang dibuat dari pesawat dengan menggunakan kamera sebagai alat potret. Contohnya bisa kamu lihat di bawah ini

penginderaan jauh dan interpretasi citra

Biasanya foto ini digunakan untuk melihat kondisi lapangan secara langsung, bisa juga digunakan untuk melakukan pemetaan kontur, mengukur kepadatan, melihat vegetasi, atau melihat tumpahan minyak di laut.

2. Citra Non Foto,

Nah kalau yang ini sedikit beda, citra ini diambil dari satelit dengan menggunakan sensor, contohnya ada di bawah ini:

penginderaan jauh dan interpretasi citra

Kalau yang ini, biasanya digunakan untuk melihat hal-hal yang tidak dapat ditangkap oleh citra foto, misalnya panas inframerah, aliran arus laut, aliran angin, pergerakan awan dan lain-lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Perkembangan Bumi Kelas X (17 November 2021)

Memahami dasar-dasar pemetaan X (1 September 2021)

Sistem Informasi Geografis X (15 September 2021)